Secuil cerita dan senyuman yang akhirnya berlalu....
Tahta yang guyar tuk padam dari sederet kisah kelam.....
Dalam bui kerinduan ku menjamah kata menutup mata...
Aku.... memanggil memori melalui jemari.. tergenggam ponsel menunggu balas harap cemas
Seketika hadir bayang akan senyum memekarkan bunga yang hanya sekuntum..
terjadi perbincangan singkat melalui pesan singkat...
Kau dan Aku mengulang perstiwa tanpa harus memutar waktu, dimana kita satu, dalam cinta yang hanya ikatan semu.
Kamis, 12 Mei 2016
Semu
Hinaan Malam
Apa yang membuatku terjaga ?
Sinar indah dan kerlap kerlip bintang redup selalu menggiring keletihan
Tak cukupkah ? Ataukah mungkin esensi kopi yang tak larut meninggalkan endapan pahit kian rasa lelah terjahit
Mungkin saja secangkir kopi sudah terseduh hanyalah teman di kala alam memori telah gaduh
Mengapa ?...... Gelap ada untuk aku berselimut bukan untuk terpaku dan larut
Sehina itukah malam sampai mampu menggoyahkan rasa kantuk yang datang tanpa perlu mengetuk
Jika itu adalah dirimu, sampai kapan itu tentang dirimu ?
Maaf.. dan seribu kali maaf telah meluap tak habis terucap
Karena kau hadir jauh sebelum aku sadar
Bahwa malam hanyalah hinaan bagi hancurnya sebuah hubungan
Langganan:
Komentar (Atom)