Selasa, 28 Juni 2016

Tanya kabar

Jari....
Apa kabar puisi?
Adakah letihmu hari ini ?
Melantunkan dongeng yang sama
Selalu tentang bias bias satu nama
Entahlah....
Jawabannya tak di temukan atau memang tak ada.....
Pada hujan kali ini rintiknya adalah serpihan seolah menyapa terasa sentuhan......
Menyentuh jauh di letak yang tak ingin lagi coba aku ingat...
Bagaimana aku bisa lupa ?
Jika kau hadir pada sahabat mulutnya begitu menyengat...
Masih terbayang kala itu
Kita begitu asing di sebuah pesta namun waktu membawanya menjadi cinta lalu waktu pula membawanya menjadi asing dan pada cerita kini tinggal tinta....

Kamis, 23 Juni 2016

Tak pernah habis

Belum cukup ukiran pena tentang kepergian....
Sebab, rela masih mencoba pada kehilangan....
Ikhlas adalah melihat engkau bahagia,
Walau bukan aku tetapi dia...
Oh waktu, bukannya ingin suatu pengulangan, tapi oh Tuhan bangunkanlah hamba menerima kenyataan....
Kini, aku tlah bangun pada realita...
Namun, alam ingat tetap pada satu cerita....
Tiap hrup nafas adalah rentan penuh beban
Tiap hembusnya adalah rasa yang sepadan
Karena Sang Pencinta lagi Maha Cinta
Memberi risalah sudah pasti tak pernah salah...

Tak pernah habis

Belum cukup ukiran pena tentang kepergian....
Sebab, rela masih mencoba pada kehilangan....
Ikhlas adalah melihat engkau bahagia,
Walau bukan aku tetapi dia...
Oh waktu, bukannya ingin suatu pengulangan, tapi oh Tuhan bangunkanlah hamba menerima kenyataan....
Kini, aku tlah bangun pada realita...
Namun, alam ingat tetap pada satu cerita....
Tiap hrup nafas adalah rentan penuh beban
Tiap hembusnya adalah rasa yang sepadan
Karena Sang Pencinta lagi Maha Cinta
Memberi risalah sudah pasti tak pernah salah...

Rabu, 22 Juni 2016

Sejarah

Pada sejarah yang ku tulis dengan amarah....
Dengan besarnya rasa yang akhirnya menguap tanpa sisa...
Menjadikan ingatan setajam belati dan menikam dalam jauh pada lubuk hati...
Telah berakhir semua ikatan tepat pada hari kata dan pelukan berpindah seolah tak terjadi apa apa.
Kini, pada semua puisi ibarat mengabadikan kisah dengan diksi yang indah namun jiwa begitu gundah..
Inilah.. cerita tak mengenal sudah

Hampa

Sepeninggalmu tak ada lagi yang tersisa, sebab jarak langkahmu meninggalkan adalah api yang membakar kenangan menjadi abu sebelum sempat semuanya berdebu

Senin, 20 Juni 2016

Aku

Kenali aku..
Pada jemari yang mengetik kata tanpa harus bertatap mata.....
Bukan pada mereka yang meraba dengan nada sumbang .....
Apalagi teruntuk bahasa "pernah" mengisi wadah telingamu....
Kalau belum cukup, biarkan raga bertemu melepaskanmu dari suara semu...
Jika aku berarti demikian, maka kau tak lebih dari mereka dan kalian...

Genggaman tiada

Tak ada yang menjaga
selain mata yang terjaga
Entah pada gelap ke berapa
akuu bisa lupa
Entah pada kata mana
dirimu terlewatkan oleh pena
Engkau telah tiada
namun ketiadaanmu menjadikannya selalu ada
Engkau telah lalu
namun ribuan memoar memukul bak palu
Tapi, padanya aku berterima kasih pada rasa yang tak terganti masa
Dan mengerti bahwa cinta mengenggam bukan pada tangan, tetapi kenangan...

Jumat, 17 Juni 2016

Setahun berlalu

Untukmu yang telah jauh dari tatapan
Terima kasih pada ingatan yang telah tinggal pada setahun terakhir ini dan terus menjanggal.....
Dan pada ketiadaan kaulah teman lama pada ruang ruang kepergian setelah semuanya tak lagi sama.....
Memang tak di pungkiri bahwa aku telah sendiri bukan untuk menunggu kedatangan, namun mencoba rela pada kehilangan